Entri Populer

Senin, 21 Februari 2011

CINDERAMATA DARI BUAH BULIN

         Kerajinan tangan merupakan salah satu warisan nenek moyang yang kini semakin digemari dan banyak diminati oleh orang. Karena memiliki keunikan yang khas tersendiri sebagai daya tariknya, dan lahir dari berbagai jenis bahan dengan segala bentuknya, seperti misal bambu, kayu, rotan, perak dan lain sebagainya.  Salah satu bentuk kerajinan yang baru muncul adalah dari bahan baku buah Bulin.
Buah BULIN
      Buah bulin merupakan buah dari pohon bulin yang kini mulai langka di hutan lindung Gunung Paramont, Air Selumar, Sijuk-Belitung. Memiliki tekstur yang khas berwarna kecoklat-coklatan, tekstur pada setiap buah berbeda-beda begitu juga ukurannya, berbentuk seperti bulat telur dan memiliki kulit yang cukup keras dan tebal, sehingga sangat memungkinkan dipergunakan sebagai bahan kerajinan.
      Kelompok pemuda desa Air Selumar yang tergabung dalam Arsel Community memanfaatkan dan mengolah buah tersebut dengan sebuah kreatifitas yang tinggi menjadi bentuk-bentuk yang unik dan menarik sebagai souvenir yang memiliki nilai ekonomi guna meningkatkan pendapatan.  Kulit buah bulin dibentuk melalui ketrampilan tangan-tangan pemuda untuk dijadikan benda yang khas, sehingga menjadikan kerajinan tersebut sebagai suatu kekhasan Air Selumar-Belitung.
ASBAK, salah satu bentuk yang banyak diminati konsumen
         Kerajinan tangan buah bulin Air Selumar telah mendapatkan tempat para konsumen, terbukti beberapa kali mengikuti pameran barang kerajinan tersebut habis terjual. Bahkan pesanan datang dari berbagai tempat, baik perorangan maupun kantor-kantor sebagai souvenir.  Sampai saat ini telah menghasilkan sekitar sepuluh bentuk kerajinan seperti asbak, tempat korek, gantungan kunci, miniatur satwa, miniatur sepeda, miniatur motor dan lain sebagainya.
MONYET, miniatur satwa ini menarik dan unik
        Hasil kreatifitas pemuda Air Selumar dengan buah bulin mendapat penghargaan terbaik dalam pameran kerajinan di Jakarta, dan mendapat tempat di salah satu kios selama satu tahun di Blok M Plaza, Jakarta sebagai showroom kerajinan tangan buah bulin.  Hingga saat ini kerajinan buah bulin tersebut sering mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh pemda setempat, yang merupakan ajang pamer kreatifitas sekaligus promosi dan pemasaran guna kelanjutan kerajinan buah bulin beserta para perajinnya. Sehingga kerajinan tersebut tidak berhenti namun selalu berkembang dan berjalan secara berkesinambungan.
Miniatur BURUNG dan KATAK
       Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai salah satu bentuk kepedulian akan lingkungan melalui pemanfaatan secara optimal dalam rangka pemberdayaan masyarakat di dalam maupun di sekitar hutan. Kerajinan tangan dari bahan baku buah bulin oleh kelompok pemuda di Air Selumar tentunya sebuah bentuk dalam memberi peluang kerja dan usaha guna menambah pendapatan ekonomi para perajin.
Miniatur SEPEDA yang etnis, unik dan menarik

Miniatur SATWA dengan segala tekstur yang khas


      Kepedulian Arsenal Community akan lingkungan di sekitarnya maupun pemuda-pemuda di desa Air Selumar membuahkan hasil yang patut dan perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Mereka peduli akan keberlangsungan alam/hutan di sekitarnya, tanah kosong bekas areal tambang menjadi pusat perhatian agar tetap bermanfaat dan dapat mengalihkan perhatian masyarakat akan hutan lindung Gunung Paramount, sehingga kelestariannya dapat terjaga dan berkelanjutan, terlebih pada tanaman yang kini langka tersebut. Buah bulin yang diambil dari hutan tentunya melalui proses pemilihan baik sebagai bibit maupun sebagai bahan baku kerajinan. Buah yang dimanfaatkan sebagai barang kerajinan tentunya buah yang memang tidak dapat dijadikan sebagai bibit pohon, sedangkan yang baik sebagai bibit tetap dibiarkan atau diambil sebagai pembibitan dirumah yang kemudian ditanam kembali di sekitar hutan agar pohon-pohon tersebut tetap ada dan lestari di hutan lindung Gunung Paramount.
        Hal tersebut tentunya dilakukan oleh orang-orang tertentu, dan memang dilakukan oleh satu orang dalam pengambilan buah bulin, yang mengerti akan buah bulin baik sebagai bahan baku maupun sebagai bibit. Disini ada pembagian tugas sesuai keahlian masing-masing, termasuk para perajian dalam membuat sebuah bentuk kerajinan, masing-masing perajian memiliki keahlian tersendiri dalam mengolah, berekpresi dan berkreatifitas sebuah bentuk yang bermanfaat baik sebagai benda pakai maupun sebagai benda hias/souvenir.
    Hasil hutan bukan kayu melalui buah bulin merupakan sebuah upaya dalam mendukung program pemerintah bidang pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu upaya para pemuda tersebut perlu untuk didukung dari berbagai hal guna meningkatkan keterampilan, modal dan pemasaran hasil yang selama ini telah dicapai. Pihak pemda dan terkait lainnya dapat memberikan sebuah jalan kedepan yang lebih baik lagi guna meningkatkan potensi yang ada dan lahir sebagai sebuah bentuk khas daerah. Diharapkan kemudian hari barang kerajinan buah bulin oleh Arsel Community menambah warna blantika kerajinan rakyat Indonesia, yang dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik wisatawan berkunjung di kawasan wisata alam sekitar Sijuk, Belitung. Tentunya melalui proses dan perjuangan yang panjang dari berbagai pihak dalam mengentaskan sebuah produk hasil jerih si anak sebagai penerus bangsa kemudian hari dalam keberlanjutan. Perlunya kebersamaan untuk membangun sebuah citra daerah melalui bentuk kerajinan yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu yang terdapat dalam hutan lindung Gunung Paramount, Belitung.
        Untuk membangun dan membesarkan sebuah bentuk kerajinan rakyat agar dikenal dan digemari banyak orang memang tidak semudah apa yang dibayangkan. Namun pengertian dan kebersamaan para pihak terkait perlu untuk dijalin, terlebih benda itu sendiri masih perlu adanya polesan para ahlinya agar finishing memberikan warna dan daya tarik tersendiri. Kreatifitas akan selalu dituntut sesuai zamannya, maka pengolahan bahan dapat ditingkatkan secara maksimal sehingga bentuk-bentuk yang dihasilkan dapat bersaing dan mendapatkan tempat diantara benda-benda kerajinan yang telah lahir terlebih dahulu.
       Disisi lain perajian yang hidup di desa pada umumnya belum dapat memilih pekerjaan tersebut sebagai suatu yang tetap dan dapat menghidupi secara layak oleh karena memang keadaan yang menjadikan mereka seperti itu. Bapak angkat dapat dijadikan sebagai jembatan dalam menghidupi para perajian buah bulin, dan pebisnis kerajinan dapat berlaku sebagai pemasaran kerajinan tersebut. Keseimbangan ini tentunya dapat membantu perajian dalam berbuat kreatifitas membentuk sebuah benda kerajinan tanpa harus berfikir kapan dan berapa yang akan terjual serta berapa yang akan diterimanya.  Kerajinan buah bulin tetap kan berkembang bersama komunitas pemuda di Air Selumar dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang berada di dalam hutan lindung Gunung Paramaount, Belitung guna pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dalam meningkatkan pendapatan dan perekonomian.  ...................... (daniel, Pebruari 2011) 
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar